java php laravel linux mysql sql bootstrap html css query java php laravel linux mysql sql bootstrap html css query

Wednesday, February 12, 2025

git config pull

Memahami Perintah git config pull.rebase dan git config pull.ff only

Git adalah alat versi kontrol yang sangat populer di kalangan pengembang perangkat lunak. Salah satu aspek penting dalam bekerja dengan Git adalah cara menarik perubahan (pull) dari repositori remote ke repositori lokal. Dalam artikel ini, kita akan membahas tiga konfigurasi Git yang mengontrol bagaimana git pull berperilaku:

  1. git config pull.rebase false
  2. git config pull.rebase true
  3. git config pull.ff only

1. git config pull.rebase false (Merge)

Ketika konfigurasi ini diatur ke false, git pull akan menggunakan strategi merge saat menarik perubahan dari branch remote ke branch lokal. Artinya, Git akan membuat commit merge baru jika ada perubahan pada branch remote yang belum ada di branch lokal.

Contoh:

git config pull.rebase false

Ketika Anda menjalankan git pull, hasilnya akan sama seperti menjalankan:

git fetch origin

dilanjutkan dengan:

git merge origin/main

Dengan strategi ini, histori commit tetap mempertahankan percabangan dan tidak diubah, tetapi bisa menjadi berantakan dengan banyak commit merge jika sering digunakan.

2. git config pull.rebase true (Rebase)

Jika pull.rebase diatur ke true, maka git pull akan menggunakan strategi rebase. Rebase bekerja dengan mengambil perubahan terbaru dari branch remote, lalu menerapkan ulang commit lokal di atas perubahan tersebut, sehingga histori commit tetap linear tanpa commit merge tambahan.

Contoh:

git config pull.rebase true

Ketika Anda menjalankan git pull, Git akan melakukan:

git fetch origin

dilanjutkan dengan:

git rebase origin/main

Dengan metode ini, histori commit menjadi lebih bersih dan linear, tetapi jika ada konflik, Anda harus menyelesaikannya satu per satu selama proses rebase.

3. git config pull.ff only (Fast-Forward Only)

Konfigurasi ini menginstruksikan Git untuk hanya melakukan fast-forward saat menarik perubahan. Jika Git dapat langsung memajukan branch lokal tanpa commit merge atau rebase, maka perubahan akan diterapkan. Jika tidak bisa, maka Git akan menolak git pull dan meminta pengguna untuk menangani konflik secara manual.

Contoh:

git config pull.ff only

Ketika Anda menjalankan git pull, Git akan melakukan:

git fetch origin

dilanjutkan dengan:

git merge --ff-only origin/main

Jika fast-forward tidak memungkinkan karena ada commit lokal yang belum di-push, Git akan memberikan pesan error dan tidak akan mengubah histori commit, sehingga pengguna harus menangani konflik secara eksplisit.

Kesimpulan

  • Merge (pull.rebase false) cocok jika Anda ingin mempertahankan rekam jejak lengkap dari percabangan dan merge yang terjadi.
  • Rebase (pull.rebase true) cocok jika Anda ingin histori commit tetap bersih dan linear.
  • Fast-Forward Only (pull.ff only) memastikan bahwa hanya merge fast-forward yang dilakukan, sehingga histori tetap sederhana tanpa merge commit tambahan.

Memahami strategi ini dapat membantu Anda dalam mengelola kode dengan lebih baik, terutama dalam tim pengembang yang bekerja secara kolaboratif dengan Git.

Semoga artikel ini membantu Anda memahami bagaimana mengonfigurasi git pull dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan Anda!


Monday, February 10, 2025

error unknown input variables exceeded 1000 xampp

 Cara Mengatasi Error "Unknown: Input variables exceeded 1000" di XAMPP (Windows)

Penyebab Error

Error ini terjadi karena jumlah input variables yang dikirim melalui form HTML melebihi batas maksimum yang diatur dalam konfigurasi PHP. Secara default, batas maksimum input variables di PHP adalah 1000. Jika Anda mengirim data dalam jumlah besar (misalnya, mengupdate atau menambahkan ratusan baris data sekaligus), Anda akan mendapatkan error berikut:

Unknown: Input variables exceeded 1000. To increase the limit change max_input_vars in php.ini

Untuk mengatasi masalah ini, Anda perlu meningkatkan nilai max_input_vars di file php.ini.


Solusi: Meningkatkan max_input_vars di XAMPP

1. Buka File php.ini

  1. Jalankan XAMPP Control Panel.
  2. Klik tombol Config pada modul Apache.
  3. Pilih "PHP (php.ini)".
    • Ini akan membuka file php.ini dengan editor teks seperti Notepad.

2. Ubah Nilai max_input_vars

  1. Tekan Ctrl + F dan cari baris berikut:
    max_input_vars = 1000
    
  2. Ubah nilainya sesuai kebutuhan, misalnya:
    max_input_vars = 5000
    
    Jika Anda menangani lebih banyak data, sesuaikan dengan jumlah yang diperlukan.

3. Simpan dan Restart Apache

  1. Simpan perubahan pada file php.ini.
  2. Kembali ke XAMPP Control Panel, klik Stop pada Apache.
  3. Klik Start kembali untuk menerapkan perubahan.




Cara Menghitung max_input_vars yang Dibutuhkan

Jika Anda memiliki 700 baris data dan setiap baris memiliki beberapa input field, Anda bisa menghitung max_input_vars dengan rumus berikut:

max_input_vars = jumlah_baris × jumlah_input_per_baris

Contoh:

  • Jika setiap baris memiliki 5 input field:

    700 × 5 = 3500
    

    Maka Anda bisa mengatur:

    max_input_vars = 4000
    
  • Jika setiap baris memiliki 10 input field:

    700 × 10 = 7000
    

    Maka Anda bisa mengatur:

    max_input_vars = 8000
    

Alternatif: Gunakan .htaccess

Jika Anda tidak bisa mengedit php.ini, coba tambahkan baris berikut ke file .htaccess di folder proyek Anda:

php_value max_input_vars 5000

Lalu restart Apache.


Alternatif: Gunakan Pagination atau AJAX

Jika data yang dikirim sangat besar, sebaiknya tidak meningkatkan max_input_vars terlalu tinggi. Sebagai gantinya, gunakan:

  • Pagination: Batasi jumlah data yang dikirim dalam satu request.
  • AJAX: Kirim data secara bertahap menggunakan JavaScript.

Kesimpulan

  1. Edit php.ini, ubah max_input_vars = 5000, lalu restart Apache.
  2. Gunakan .htaccess jika tidak bisa mengedit php.ini.
  3. Gunakan pagination atau AJAX jika data terlalu besar.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, error "Input variables exceeded 1000" dapat diatasi dengan mudah. 🚀


Thursday, February 6, 2025

bloom taxonomy

Memahami Bloom's Taxonomy: Kerangka Berpikir untuk Pembelajaran yang Efektif

Bloom's Taxonomy adalah kerangka berpikir yang digunakan untuk mengklasifikasikan tujuan pembelajaran ke dalam beberapa tingkatan. Diperkenalkan oleh Benjamin Bloom pada tahun 1956, taksonomi ini membantu pendidik dalam merancang kurikulum, menilai pemahaman siswa, dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Model ini terdiri dari enam tingkat kognitif: Remember, Understand, Apply, Analyze, Evaluate, dan Create.

1. Remember (Mengingat)

Tingkat pertama dalam Bloom’s Taxonomy adalah "Remember" atau mengingat. Pada tahap ini, peserta didik diminta untuk mengenali dan mengingat informasi dasar yang telah dipelajari.

Contoh aktivitas:

  • Menghafal definisi atau fakta
  • Menyebutkan kembali informasi penting
  • Mengidentifikasi istilah dan konsep

Contoh pertanyaan:

  • Apa definisi dari "taksonomi"?
  • Sebutkan enam tingkatan dalam Bloom’s Taxonomy.

2. Understand (Memahami)

Setelah mengingat informasi, langkah berikutnya adalah memahami materi tersebut. Siswa tidak hanya mengenali istilah, tetapi juga dapat menjelaskan maknanya dengan kata-kata mereka sendiri.

Contoh aktivitas:

  • Menjelaskan konsep dengan bahasa sendiri
  • Menginterpretasikan diagram atau grafik
  • Meringkas isi suatu teks

Contoh pertanyaan:

  • Bagaimana Bloom’s Taxonomy membantu dalam pembelajaran?
  • Jelaskan perbedaan antara "mengingat" dan "memahami" dalam taksonomi ini.

3. Apply (Menerapkan)

Pada tahap ini, siswa mulai menggunakan informasi yang telah mereka pelajari dalam situasi yang berbeda. Mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga dapat menerapkannya ke dalam konteks nyata.

Contoh aktivitas:

  • Memecahkan masalah menggunakan konsep yang telah dipelajari
  • Melakukan eksperimen berdasarkan teori yang telah dipahami
  • Menggunakan rumus matematika dalam perhitungan

Contoh pertanyaan:

  • Bagaimana Anda dapat menerapkan Bloom’s Taxonomy dalam pembuatan rencana pelajaran?
  • Gunakan prinsip Bloom’s Taxonomy untuk merancang aktivitas belajar bagi siswa sekolah dasar.

4. Analyze (Menganalisis)

Pada tingkat analisis, peserta didik diminta untuk menguraikan informasi ke dalam bagian-bagian kecil, memahami hubungan antara bagian-bagian tersebut, dan mengenali pola serta struktur.

Contoh aktivitas:

  • Membandingkan dan membedakan dua konsep
  • Mengidentifikasi pola dalam suatu argumen
  • Mengelompokkan informasi berdasarkan kategori tertentu

Contoh pertanyaan:

  • Apa perbedaan utama antara "menerapkan" dan "menganalisis" dalam pembelajaran?
  • Analisis bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan Bloom’s Taxonomy.

5. Evaluate (Menilai)

Pada tahap evaluasi, siswa harus membuat keputusan berdasarkan kriteria yang jelas. Mereka diminta untuk mengevaluasi argumen, teori, atau metode dan memberikan alasan logis atas penilaian mereka.

Contoh aktivitas:

  • Mengkritisi teori atau konsep tertentu
  • Mengevaluasi efektivitas suatu strategi pembelajaran
  • Membuat keputusan berdasarkan bukti yang tersedia

Contoh pertanyaan:

  • Apakah Bloom’s Taxonomy masih relevan dalam dunia pendidikan modern? Berikan alasan Anda.
  • Evaluasi strategi pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan Bloom’s Taxonomy.

6. Create (Menciptakan)

Tingkat tertinggi dalam Bloom’s Taxonomy adalah "Create" atau menciptakan. Pada tahap ini, siswa menggunakan pemahaman mereka untuk menghasilkan sesuatu yang baru, baik itu ide, produk, atau metode.

Contoh aktivitas:

  • Merancang proyek pembelajaran berbasis Bloom’s Taxonomy
  • Menulis esai atau artikel berdasarkan penelitian
  • Menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran

Contoh pertanyaan:

  • Bagaimana Anda bisa merancang kurikulum yang berbasis Bloom’s Taxonomy?
  • Buatlah strategi baru untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa.

Kesimpulan

Bloom's Taxonomy adalah alat yang sangat berguna dalam pendidikan. Dengan memahami enam tingkat kognitif ini, pendidik dapat membantu siswa tidak hanya menghafal informasi tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir yang lebih tinggi. Penerapan taksonomi ini dalam pembelajaran akan meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu siswa mencapai pemahaman yang lebih mendalam serta keterampilan yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan nyata.

saifiahmada.com adalah blog belajar programming Indonesia, membahas lengkap materi bahasa pemrograman: code HTML, CSS, Bootstrap, Desain, PHP, MySQL, coding Java, Query, SQL, dan dunia linux