Arti perkata dan analisis nahwu dan sharaf dari Surah Al-Mulk (Tabarak) ayat 1–5
Ayat 1:
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Arti perkata:
Kata | Arti |
---|---|
تَبَارَكَ | Maha Berkah |
الَّذِي | Yang |
بِيَدِهِ | Di tangan-Nya |
الْمُلْكُ | Kekuasaan/Kerajaan |
وَهُوَ | Dan Dia |
عَلَى | Atas |
كُلِّ | Segala/Semua |
شَيْءٍ | Sesuatu |
قَدِيرٌ | Maha Kuasa |
Analisis Nahwu dan Sharaf:
-
تَبَارَكَ
-
Fi'il madhi (kata kerja lampau)
-
Wazan: تَفَاعَلَ (باب تَفَاعُل)
-
Fa'il-nya adalah Ḍamīr Mustatir (kata ganti tersembunyi) yang kembali kepada Allah.
-
-
الَّذِي
-
Isim maushul (kata penghubung)
-
Mubtada' kedua yang diikuti dengan jumlah fi'liyah (kalimat verbal) sebagai silah maushul.
-
-
بِيَدِهِ
-
بِ = Huruf jar
-
يَدِهِ = Isim majrur (kata benda yang di-jar-kan)
-
يَدِ = Mudhaf (kata sandang)
-
هِ = Mudhaf ilaih (yang disandarkan)
-
-
-
الْمُلْكُ
-
Isim marfu' (kata benda dalam keadaan rafa')
-
Sebagai fa'il dari تَبَارَكَ
-
-
وَهُوَ
-
وَ = Huruf ‘athf (kata sambung)
-
هُوَ = Mubtada' (subjek)
-
-
عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
-
عَلَى = Huruf jar
-
كُلِّ = Isim majrur (dalam keadaan jar)
-
شَيْءٍ = Badal (pengganti) dari كُلِّ
-
-
قَدِيرٌ
-
Khabar dari هُوَ
-
Shifat musyabbahah (kata sifat tetap)
-
Ayat 2:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Arti perkata:
Kata | Arti |
---|---|
الَّذِي | Yang |
خَلَقَ | Telah menciptakan |
الْمَوْتَ | Kematian |
وَالْحَيَاةَ | Dan kehidupan |
لِيَبْلُوَكُمْ | Supaya menguji kalian |
أَيُّكُمْ | Siapa di antara kalian |
أَحْسَنُ | Paling baik |
عَمَلًا | Amalnya |
وَهُوَ | Dan Dia |
الْعَزِيزُ | Maha Perkasa |
الْغَفُورُ | Maha Pengampun |
Analisis Nahwu dan Sharaf:
-
الَّذِي
-
Isim maushul (kata penghubung)
-
-
خَلَقَ
-
Fi'il madhi (kata kerja lampau)
-
Fa'il-nya adalah Ḍamīr Mustatir kembali ke Allah
-
-
الْمَوْتَ dan الْحَيَاةَ
-
Maf'ul bih (objek)
-
-
لِيَبْلُوَكُمْ
-
لِ = Huruf jar li al-ghayah (menyatakan tujuan)
-
يَبْلُوَ = Fi'il mudhari' manshub karena adanya لِ
-
كُمْ = Dhamir sebagai maf'ul bih (objek)
-
-
أَيُّكُمْ
-
Mubtada'
-
كُمْ = Mudhaf ilaih
-
-
أَحْسَنُ
-
Khabar dari أَيُّكُمْ
-
-
عَمَلًا
-
Tamyiz (kata keterangan pembeda)
-
-
وَهُوَ
-
وَ = Huruf ‘athf
-
هُوَ = Mubtada'
-
-
الْعَزِيزُ dan الْغَفُورُ
-
Khabar dari هُوَ
-
Ayat 3:
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَـٰنِ مِن تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِن فُطُورٍ
Arti perkata:
Kata | Arti |
---|---|
الَّذِي | Yang |
خَلَقَ | Telah menciptakan |
سَبْعَ | Tujuh |
سَمَاوَاتٍ | Langit |
طِبَاقًا | Bertingkat-tingkat |
مَا | Tidak |
تَرَى | Kamu lihat |
فِي | Dalam |
خَلْقِ | Ciptaan |
الرَّحْمَـٰنِ | Yang Maha Pengasih |
مِن | Dari |
تَفَاوُتٍ | Ketidakseimbangan |
فَارْجِعِ | Maka kembalikan |
الْبَصَرَ | Pandanganmu |
هَلْ | Apakah |
تَرَى | Kamu lihat |
مِن | Dari |
فُطُورٍ | Kerapuhan |
Analisis Nahwu dan Sharaf:
-
خَلَقَ → Fi'il madhi
-
سَبْعَ → Maf'ul bih
-
سَمَاوَاتٍ → Mudhaf ilaih
-
مَا تَرَى → مَا = Nafi (peniadaan)
-
فَارْجِعِ → Fi'il amr (kata kerja perintah)
-
هَلْ تَرَى → Istifham (kalimat tanya)
Ayat 4:
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ
Arti perkata:
Kata | Arti |
---|---|
ثُمَّ | Kemudian |
ارْجِعِ | Kembalikanlah |
الْبَصَرَ | Pandanganmu |
كَرَّتَيْنِ | Dua kali |
يَنْقَلِبْ | Akan berbalik |
إِلَيْكَ | Kepadamu |
الْبَصَرُ | Pandangan |
خَاسِئًا | Dalam keadaan hina |
وَهُوَ | Dan dia (pandangan itu) |
حَسِيرٌ | Dalam keadaan lelah |
Analisis Nahwu dan Sharaf:
-
ثُمَّ
-
Harf ‘athf (kata sambung) yang menunjukkan urutan dan selang waktu.
-
ارْجِعِ
-
Fi'il amr (kata kerja perintah)
-
Wazan: أَفْعِلْ (باب إفعال)
-
Fa'il-nya adalah Ḍamīr Mustatir yang kembali kepada mukhathab (kamu).
-
الْبَصَرَ
-
Maf'ul bih (objek) dari fi'il ارْجِعِ
-
Status: manshub (dalam keadaan nasab).
-
كَرَّتَيْنِ
-
Tamyiz (kata keterangan pembeda)
-
Dalam keadaan manshub dengan tanda ya' karena bentuk tatsniyah (ganda).
-
يَنْقَلِبْ
-
Fi'il mudhari' majzum (kata kerja sekarang dalam keadaan jazm) karena jawab syarat (dari perintah ارجع).
-
Wazan: يَنْفَعِلُ (باب انفعال)
-
Fa'il-nya adalah البَصَرُ (dalam keadaan marfu').
-
إِلَيْكَ
-
إِلَى = Huruf jar
-
كَ = Isim dhamir (kata ganti) sebagai majrur.
-
الْبَصَرُ
-
Fa'il dari fi'il يَنْقَلِبْ
-
Dalam keadaan marfu' dengan tanda dhammah.
-
خَاسِئًا
-
Hal (kata keterangan keadaan) dari البَصَرُ
-
Dalam keadaan manshub (nasab) dengan tanda fathah.
-
وَهُوَ
-
وَ = Huruf ‘athf
-
هُوَ = Mubtada' (subjek).
-
حَسِيرٌ
-
Khabar dari هُوَ
-
Dalam keadaan marfu' dengan tanda dhammah.
ثُمَّ
-
Harf ‘athf (kata sambung) yang menunjukkan urutan dan selang waktu.
ارْجِعِ
-
Fi'il amr (kata kerja perintah)
-
Wazan: أَفْعِلْ (باب إفعال)
-
Fa'il-nya adalah Ḍamīr Mustatir yang kembali kepada mukhathab (kamu).
الْبَصَرَ
-
Maf'ul bih (objek) dari fi'il ارْجِعِ
-
Status: manshub (dalam keadaan nasab).
كَرَّتَيْنِ
-
Tamyiz (kata keterangan pembeda)
-
Dalam keadaan manshub dengan tanda ya' karena bentuk tatsniyah (ganda).
يَنْقَلِبْ
-
Fi'il mudhari' majzum (kata kerja sekarang dalam keadaan jazm) karena jawab syarat (dari perintah ارجع).
-
Wazan: يَنْفَعِلُ (باب انفعال)
-
Fa'il-nya adalah البَصَرُ (dalam keadaan marfu').
إِلَيْكَ
-
إِلَى = Huruf jar
-
كَ = Isim dhamir (kata ganti) sebagai majrur.
الْبَصَرُ
-
Fa'il dari fi'il يَنْقَلِبْ
-
Dalam keadaan marfu' dengan tanda dhammah.
خَاسِئًا
-
Hal (kata keterangan keadaan) dari البَصَرُ
-
Dalam keadaan manshub (nasab) dengan tanda fathah.
وَهُوَ
-
وَ = Huruf ‘athf
-
هُوَ = Mubtada' (subjek).
حَسِيرٌ
-
Khabar dari هُوَ
-
Dalam keadaan marfu' dengan tanda dhammah.
Ayat 5:
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِّلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Arti perkata:
Kata | Arti |
---|---|
وَلَقَدْ | Dan sungguh |
زَيَّنَّا | Kami telah menghiasi |
السَّمَاءَ | Langit |
الدُّنْيَا | Dunia |
بِمَصَابِيحَ | Dengan bintang-bintang |
وَجَعَلْنَاهَا | Dan Kami menjadikannya |
رُجُومًا | Sebagai pelempar |
لِّلشَّيَاطِينِ | Untuk setan-setan |
وَأَعْتَدْنَا | Dan Kami telah menyediakan |
لَهُمْ | Untuk mereka |
عَذَابَ | Siksaan |
السَّعِيرِ | Neraka yang menyala-nyala |
Analisis Nahwu dan Sharaf:
-
وَلَقَدْ
-
وَ = Huruf ‘athf (kata sambung)
-
لَقَدْ = Lam taukid (penguat) + qad yang menunjukkan fi'il madhi untuk menguatkan makna telah terjadi.
-
زَيَّنَّا
-
Fi'il madhi (kata kerja lampau)
-
Wazan: فَعَّلَ (باب تَفْعِيل)
-
Fa'il-nya adalah Ḍamīr Mutakallim (kata ganti pelaku) yang kembali kepada Allah (نَا).
-
السَّمَاءَ
-
Maf'ul bih (objek)
-
Dalam keadaan manshub dengan tanda fathah.
-
الدُّنْيَا
-
Na'at (sifat) dari السَّمَاءَ
-
Dalam keadaan manshub dengan tanda fathah.
-
بِمَصَابِيحَ
-
بِ = Huruf jar
-
مَصَابِيحَ = Isim majrur sebagai majrur dengan tanda kasrah.
-
وَجَعَلْنَاهَا
-
جَعَلَ = Fi'il madhi (kata kerja lampau)
-
نَا = Fa'il (pelaku)
-
هَا = Maf'ul bih pertama (objek pertama).
-
رُجُومًا
-
Maf'ul bih tsani (objek kedua).
-
لِّلشَّيَاطِينِ
-
لِ = Huruf jar
-
الشَّيَاطِينِ = Isim majrur (kata benda dalam keadaan jar) dengan tanda kasrah.
-
وَأَعْتَدْنَا
-
Fi'il madhi (kata kerja lampau)
-
Wazan: أَفْعَلَ (باب إفعال)
-
Fa'il-nya adalah Ḍamīr Mustatir kembali ke Allah.
-
لَهُمْ
-
لِ = Huruf jar
-
هُمْ = Isim dhamir (kata ganti) sebagai majrur.
-
عَذَابَ
-
Maf'ul bih dari أَعْتَدْنَا
-
Dalam keadaan manshub dengan tanda fathah.
-
السَّعِيرِ
-
Badal (pengganti) dari عَذَابَ
-
Dalam keadaan majrur karena menjadi mudhaf ilaih.
وَلَقَدْ
-
وَ = Huruf ‘athf (kata sambung)
-
لَقَدْ = Lam taukid (penguat) + qad yang menunjukkan fi'il madhi untuk menguatkan makna telah terjadi.
زَيَّنَّا
-
Fi'il madhi (kata kerja lampau)
-
Wazan: فَعَّلَ (باب تَفْعِيل)
-
Fa'il-nya adalah Ḍamīr Mutakallim (kata ganti pelaku) yang kembali kepada Allah (نَا).
السَّمَاءَ
-
Maf'ul bih (objek)
-
Dalam keadaan manshub dengan tanda fathah.
الدُّنْيَا
-
Na'at (sifat) dari السَّمَاءَ
-
Dalam keadaan manshub dengan tanda fathah.
بِمَصَابِيحَ
-
بِ = Huruf jar
-
مَصَابِيحَ = Isim majrur sebagai majrur dengan tanda kasrah.
وَجَعَلْنَاهَا
-
جَعَلَ = Fi'il madhi (kata kerja lampau)
-
نَا = Fa'il (pelaku)
-
هَا = Maf'ul bih pertama (objek pertama).
رُجُومًا
-
Maf'ul bih tsani (objek kedua).
لِّلشَّيَاطِينِ
-
لِ = Huruf jar
-
الشَّيَاطِينِ = Isim majrur (kata benda dalam keadaan jar) dengan tanda kasrah.
وَأَعْتَدْنَا
-
Fi'il madhi (kata kerja lampau)
-
Wazan: أَفْعَلَ (باب إفعال)
-
Fa'il-nya adalah Ḍamīr Mustatir kembali ke Allah.
لَهُمْ
-
لِ = Huruf jar
-
هُمْ = Isim dhamir (kata ganti) sebagai majrur.
عَذَابَ
-
Maf'ul bih dari أَعْتَدْنَا
-
Dalam keadaan manshub dengan tanda fathah.
السَّعِيرِ
-
Badal (pengganti) dari عَذَابَ
-
Dalam keadaan majrur karena menjadi mudhaf ilaih.
✅ Kesimpulan:
-
Ayat 4 → Berisi perintah untuk memperhatikan kembali ciptaan Allah dan kelemahan manusia.
-
Ayat 5 → Menjelaskan kekuasaan Allah dalam menciptakan langit dan perannya sebagai penjaga dari gangguan setan.
Ayat 4 → Berisi perintah untuk memperhatikan kembali ciptaan Allah dan kelemahan manusia.
Ayat 5 → Menjelaskan kekuasaan Allah dalam menciptakan langit dan perannya sebagai penjaga dari gangguan setan.
No comments:
Post a Comment